ANIMASI


Jumat, 24 Januari 2014

Tugas KKPI kelas 4 Semester 7
Komoditas di PT. ALOMAMPA PERSADA
Komoditas di perusahaan ini adalah tanaman  obat atau herbal , yang diolah menjadi obat tradisional dengan bentuk sediaan  , yaitu :
1.      Kapsul
2.      Rajangan atau Teh celup
3.       Serbuk instan atau Kopi


Contoh tanaman yang digunakan :
1.      Niggella sativa
2.      Feonigraci  semen
3.      Talini faniculati radix
4.      Amomi  fructus
5.      Curcuma domestica rhizoma
6.      Orthosiphonis folium


Penanganan Quality Control
Di perusahaan ini setiap tahap proses produksi dilakukan Quality Control, diantaranya:
1.      Penerimaan bahan baku
a.       Kadar air di bawah 10%.
b.      Terbebas dari bahan asing.
c.       Dilihat dari CoA

2.      Proses penimbangan
Alat timbang harus selalu dikalibrasi (alat harus dilakukan pengujian).jumlah yang ditimbang harus sesuai dengan komposisi bahan yang ditentukan.

3.      Mixing,
Bahan harus homogen atau rata.

4.      Filling kapsul
Bahan yang sudah dimixing, dimasukkan ke dalam cangkang kapsul dengan bobot yang  seragaman.

5.      Polishing
Membersihkan kapsul hasil filling agar terbebas  dari serbuk-serbuk ekstrak yang menempel pada bagian luar kapsul.

6.      Bottling ( memasukkan kapsul ke dalam botol).
a.       Tidak boleh ada kapsul yang penyok atau rusak
b.      Jumlah yang dimasukkan kedalam botol  harus sama

7.      Pengemasan  ( labeling, sealing dan pengepakan).
a.       Tidak boleh ada stiker yang tulisannya tidak jelas , warna dan ukuran yang berbeda
b.      Jumlah produk yang dipacking harus sesuai dengan yang ditentuka

Penanganan Limbah
Di PT.ALOMAMPA PERSADA ini tidak menghasilkan limbah yang berarti / banyak karena bahan baku yang digunakan sudah produk jadi (tidak perlu dilakukan ekstraksi)





HRD dan Standar Pegawai Perusahaan
1.      Plant & Product Development Manager
Plant & Product Development Manager (kepala pabrik) hendaklah seorang sarjana farmasi atau bukan sarjana farmasi dengan pengalaman praktis paling sedikit 3 tahun dibidang pengelolaan pabrik farmasi atau industry obat tradisional, memiliki pengalaman dan pengetahuan dibidang obat tradisional dan perencanaan produksi,pengetahuan mengenai mesin-mesin farmasi, CPOTB dan kepemimpinan.




2.      Apoteker Penanggung Jawab Teknis Produksi
Apoteker Penanggung Jawab hendaklah seorang apoteker dengan pengalaman paling sedikit 3 tahun bekerja dibagian produksi pabrik farmasi atau industry obat tradisional atau satu tahun pernah menjabat sebagai apoteker penanggung jawab teknis produksi pada industry farmasi atau industry obat tradisional, memiliki pengalaman dan pengetahuan teknis pembuatan obat, pengetahuan mesin, CPOTB dan kepemimpinan.





3.      Supervisor Produksi
Supervisor Produksi hendaklah seorang apoteker dengan pengalaman paling sedikit 1 tahun bekerja dibagian produksi pabrik farmasi atau industry obat tradisional atau asisten apoteker dengan pengalaman praktis paling sedikit 5 tahun, memiliki pengalaman dan pengetahuan teknis pembuatan obat, pengetahuan mesin,CPOTB,dan kepemimpinan.






4.      Supervisor Pengawasan Mutu
Supervisor Pengawasan Mutu hendaklah seorang apoteker atau sarjana kimia atau sarjana biologi dengan pengalaman praktis paling sedikit 1tahun bekerja dipengawasan mutu pabrik farmasi atau industry obat tradisional atau analis / asisten apoteker dengan pengalaman praktis paling sedikit 5 tahun, memiliki pengalaman dan pengetahuan dibidang analis kimia, mikrobiologi, CPOTB, dan kepemimpinan.



5.      Kepala Mekanik
Kepala  Teknisi atau Mekanik  hendaklah seorang sarjana Teknik atau sarjana lainnya dengan pengalaman praktis paling sedikit 2 tahun bekerja dibagian penaganan mesin mesin farmasi pada industry farmasi atau industry obat tradisional, memiliki pengalaman dan kemampuan dibidang teknik, elektrik dan mekanik,mengerti tentang CPOTB dan memiliki jiwa kepemimpinan.







6.      Penanggung Jawab Gudang
penanggungJawab Gudang hendaklah seorang yang telah berpengalaman dalam penanganan gudang minimal 2 tahun, dengan pendidikan minimal SLTA. Mengerti dan mengetahui tentang CPOTB, memiliki jiwa kepemimpinan.



7.      Operator Produksi
Operator Produksi hendaklah seorang lulsan STM/SLTA lainnya dengan pengalaman praktis paling sedikit 1 tahun bekerja dibagian produksi pabrik farmasi atau industry obat tradisional dan memiliki pengetahuan teknik pembuatan obat, pengetahuan mesin dan peralatan farmasi serta mengerti CPOTB



Pemasaran  Produk Hasil Olah

Pemasaran produk hasil olah di perusahaan ini dipasarkan hampir 80%-100% local yang ditujukan untuk orang sakit dan pencegahan bagi orang yang sehat  baik untuk anak-anak sampai orang tua



Sistem Pemasaran Produk Perusahaan


1.      MLM (jaringan)


2.      Pemasaran langsung ke apotek 

Kamis, 16 Mei 2013

KULTUR JARINGAN TANAMAN JATI



KULTUR JARINGAN TANAMAN JATI

Jati (Tectona grandis) merupakan tanaman keras yang mempunyai daur hidup yang sangat panjang, sehinga pemanenan kayu baru dapat dilakukan di atas 40 tahun.  Namun dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pemuliaan tanaman dengan menggunakan bioteknologi tanaman, sekarang ini telah ditemukan jenis-jenis tanaman Jati Kultur Jaringan yang dapat dipanen lebih cepat (15 sampai 20 tahun) dengan mutu kayu dapat diterima di pasaran baik nasional maupun internasional.
SEAMEO BIOTROP sejak tahun 2000 memproduksi bibit tanaman jati dengan teknik kultur jaringan, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar bibit jati di Indonesia.

Persyaratan Tumbuh
Jati Kultur Jaringan tumbuh sangat baik di iklim tropis Indonesia, terutama di daerah-daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur.  Selain itu tanaman ini juga tumbuh di daerah yang memiliki musim kering yang nyata (3 - 5 bulan), curah hujan 1.500 - 2.000 mm/tahun dan temperatur 27 - 36oC.  Jati Kultur Jaringan dapat tumbuh baik pada dataran rendah sampai dataran tinggi sampai ketinggian 800 m dpl.  Tanah yang baik yaitu tanah aluvial dengan pH 4.5 - 7 dan yang terpenting tidak tergenang ai






Perbandingan Pertumbuhan Jati Kultur Jaringan dan Jati Konvensional
  • Pertumbuhan Jati Kultur Jaringan seragam.
  • Volume kayu yang dihasilkan kurang lebih 3 kali lebih besar dibandingkan Jati konvensional

Tahun
Pertumbuhan

Pohon Jati

Konvensional

Kultur Jaringan

5
Tinggi (m)
Diameter (cm)
4.0
3.5
16.0
27.5
10
Tinggi (m)
Diameter (cm)
6.0
8.0
17.0
34.0
15
Tinggi (m)
Diameter (cm)
12.0
17.0
20.0
40.0

Cara Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman
  1. Jarak tanam untuk sistem monokultur adalah 2 m x 2.5 m, sehingga populasi per hektar adalah 2000 tanaman.  Penjarangan dilakukan 2 kali, yaitu pertama dilakukan pada tahun ke 5 - 7 sebanyak 1000 pohon, sedangkan yang kedua dilakukan pada tahun ke 10 - 12 sebanyak 350 pohon.  Sedangkan jarak tanam untuk sistem tumpang sari adalah 3 m x 6 m (555 pohon/ha).
  2. Lubang tanaman dibuat dengan ukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm (p x l x d).  Pada 2 minggu sebelum tanam lubang diberi 2 kg pupuk kandang dan 100 gr dolomit.  Penanaman dilakukan dengan meletakkan bibit ditengah-tengah lubang tanam, kemudian ditimbun sampai dengan leher batang berada pada permukaan tanah.
  3. Pemupukan dilakukan pada saat penanaman, 3 bulan dan 6 bulan setelah penanaman, selanjutnya setiap enam bulan sekali hingga tahun ke-2.  Pemupukan dilakukan dengan memberikan 100 - 200 gram NPK per pohon.
  4. Kebersihan dari gulma seluas canopy harus dijaga dengan melakukan pendangiran 3 bulan dan 6 bulan setelah penanaman pada saat akan melakukan pemupukan.
  5. Pruning, pemangkasan tunas samping dilakukan sampai ketinggian 6 m dari permukaan tanah.








Analisa Hasil Panen Jati Kultur Jaringan (2000 pohon/ha)
Uraian
Pohon Jati

Th ke 5

Th ke 10

Th ke 15
  Panen (pohon)
1000
350
850
  Sisa (pohon)
1000
650
-
  Tinggi (m)
12
15
17
  Diameter (cm)
20
27
37
  Volume (m3)
300
238
949
  Harga Jual/m3 (Rp.)
500.000
1.000.000
1.500.000
  Pendapatan (Rp.)
150.000.000
238.000.000
1.423.500.000

Produksi Bibit Jati Kultur Jaringan

 
Laboratorium Kultur Jaringan, Services Laboratory SEAMEO BIOTROP telah dilengkapi peralatan laboratorium, rumah kaca, dan lahan pembibitan yang memadai untuk memproduksi bibit Jati dengan kapasitas produksi 50.000 - 100.000 bibit per bulan.
Daftar Pustaka :