ANIMASI


Minggu, 02 Maret 2014



Nama       : Adi nugroho 
Kelas/NIS : 4atp1/6948 

TUGAS KELAS 4 SEMESTER 8 .
 
PT. ADI JAYA NUGRAHA





PT. ADI JAYA NUGRAHA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan , dengan komoditas tanaman teh hijau , teh hijau yang kami pasarkan yaitu teh hijau kering mentah , yang harus di olah lagi agar bisa digunakan . produksi teh kami meliputi ekspor dan dalam negri .


A.Komoditas Perusahaan
komoditas perusahaan yaitu teh hijau . beberapa jenis teh yang di tanam di PT. ADI JAYA NUGRAHA yaitu
1.     Teh Chin
2.    Teh Gambung
3.    Teh TRI
B.Quality Control
Lapangan :
1.     Analisa panen basah
pada tahap ini yaitu bertujuan untuk mengetahui produksi lapangan pada setiap tenaga kerjanya , analisa panen basah menentukan harga borongan per kilonya , dengan perkilonya yaitu Rp 450.
2.    memisahkan berbagai jenis komoditas tanaman teh.
Pada tahap ini teh yang berhasil di panen oleh pekerja harus dipisah , karena beda cara perlakuanya saat di pabrik dan jenis rasanya yang berbeda , maka dilakukan pemisahan.  TEH hijau yang ditanam diperusahaan ini di antaranya yaitu  (teh CHIN , GAMBUNG, TRI , GUNTINGAN ,MANUAL ,dll)
  pabrik :
    1. Sortasi great.
 Tujuan dari dilakukan sortasi great yaitu untuk  menentukan great-great teh yang akan dipasarkan ke luar negri dan dalam negri , untuk ekspor yaitu peko atau teh nomer satu atau pucuk , untuk dalam negri B1, B2 dan seterusnya .
     

2. Analisa laboratorium (aroma , seduhan ,rasa, bentuk, ampas,warna )
Analisa laboratorium merupakan analisa yang sangat penting , karena dalam tahap ini teh di cicipi atau diseduh dengan cara diseduh untuk menentukan bagaimana aroma seduhan , rasa , bentuk , ampas dan juga warna dari seduhan teh .
 

C.Penanganan Limbah

karena kami bergerak di bidang teh , hasil limbah dari pengolahan pabrik teh tidak ada , lebih tepatnya limbah dari hasil bahan bakar mesin pabrik , karena bahan bakarnya kayu , limbahnya yaitu berupa abu kayu , abu kayu tersebut di olah sedemikian rupa digunakan untuk pupuk .
D.HRD(Human Resource Departement)

Untuk gaji dan cuti bagi karyawan ditentukan oleh sudah seberapa lamanya bekerja di perusahaan. Selain gaji pokok, ada premi lembur, uang makan yang dapat diperoleh karyawan. Di akhir tahun juga selalu ada penilaian prestasi karyawan adapun yang dinilai adalah bagaimana karyawan bekerja selama setahun. Sering disebut dengan Prestasi Kerja Karyawan. Dimana di dalam progam ini juga karyawan mendapatkan bonus, sesuai dengan seberapa prestasi kerja karyawan tersebut.
Hari Kerja Operasional perusahaan adalah 7 hari kerja atau seminggu yaitu hari Senin-sabtu untuk pejerja di lapangan dan full seminggu penuh untuk pekerja d pabrik dengan jatah sift .
Perusahaan dapat memberlakukan kerja shift pada bagian tertentu tergantung keperluan,bisa secara temporer maupun terus menerus dengan memperhatikan perundang-undangan yang berlaku.

Hari Kerja
1. Hari kerja operasional perusahaan adalah 6 (enam) hari kerja seminggu yaitu hari senin sampai hari sabtu untuk pekerja lapangan .
2. Hari kerja operasional perusahaan adalah 7 (tujuh) hari kerja seminggu yaitu hari senin sampai hari sabtu untuk pekerja di pabrik .
3. Perusahaan dapat memberlakukan kerja shift pada bagian-bagian tertentu bilamana diperlukan, baik secara temporer maupun terus menerus sesuai kebutuan, dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 



Jam Kerja & Jam Istirahat
1.Perusahaan menetapkan jam kerja adalah 8(delapan) jam perhari dan 40 (empatpuluh) jam kerja seminggu.
2.Jam keja operasional & jam istirahat diatur tersendiri sesuai dengan kebutuan masing-masing bagian, dengan tetap berpedoman pada ayat 1 (satu) di atas.
3.Khusus untuk Pekerja Satuan Pengamanan (SATPAM) sesuai sifat tugasnya, jam kerjanya diatur tersendiri berdasarkan kerja shift dengan memperhatikan ketentuan/peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. 
      
 Kerja Lembur
1.Kerja lembur adalah kerja yang dilaksanakan oleh pekerta atas instruksi tertulis dari Manajemen, diluar jam kerja atau hari libur.
2.Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari dan 14 (empatbelas) jam dalam satu minggu.
3.Ketentuan waktu kerja lembursebagai mana dimaksud dalam ayat diatas tidak termasuk kerja lembur yang dilakukan pada wktu istirahat mingguan atau hari libur resmi.
4.Pada dasarnya kerja lembur adalah bersifat sukarela, namun demikian kerja lembur wajib dilaksanakan oleh setiap pekerja berdasarkan instruksi manajemen dalam hal-hal sebagai berikut:

         Adanya pekerjaan yang harus diselesaikan segera bila tidak diselesaikan dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan dan dapat menghambat kelancaran operasional perusahaan atau membahayakan keselamatan/kesehatan jiwa manusia.
         Keadaan darurat, seperti terjadinya bencana alam (tanah longsor/kebakaran/kebanjiran).
         Pekerjaan-pekerjaan yang menyangkut kepentingan nasional atau pemerintah.

5.Pembayaran atas kerja lembur pekerja diatur sesuai dengan aturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku.
6.Yang berhak mendapatkan lembur hanya golongan karyawan.









Kehadiran
1.Kehadiran adalah keberadaan pekerja selama jam kerja dilingkungan kerja.
2.Setiap pekerja wajib mencatatkan atau melaporkan kehadirannya kecuali direksi.
3.Bilamana pekerja dibutuhkan dinas keluar maka harus dengan sepengetahuan atasan yang bersangkutan.
4.Setiap atasan bertanggung jawab atas terlaksanannya ketertiban kehadiran.
5.Kompensasi kehadiran memperhatikan cuti, jika menggunakan hak cuti maka kompensasi kehadiran tidak hilang.
 
E.Standart Pegawai

1.     pekerja lapangan tidak ada batasan sekolah , hanya dibutuhkan manusia yang semangat bekerja dan berkomitmen .
2.     jabatan supervisi atau mandor lapangan atau mandor pabrik  minimal  SLTA dengan ketentuan lama kerja juga dan pengalaman kerja .

F.Produk Hasil Olahan dan Sasaran pasar (Eksport/Import)

1.     Produk hasil  yang pertama yaitu Teh great 1 atau peko atau teh pucuk yaitu dengan sasaran pasar  eksport .
Dengan tujuan export yaitu timur tengah diantaranya yaitu afganistan dan iran.
2.    Yang kedua adalah teh pucuk burung atau Teh lokal dengan tujuan pasar yaitu  pasar dalam negri  diantaranya yaitu (gunung subur , sosro , poci ,dua tang ,dll)






G.Sistem Pemasaran produk

Sebelum dilakukan pemasaran terlebih dahulu dilakukan persiapan pengiriman.Persiapan pengiriman adalah langkah terpenting untuk memastikan produk yang dikirim sesuai dengan yang dipesan.
Penimbangan ulang dilakukan sebagai pengecekan terakhir terhadap ketepatan jumlah pesanan.
Untuk menjamin ketepatan dan kecepatan pengiriman perusahaan kami bermitra dengan beberapa jasa transporter terbaik yang sudah berpengalaman di bidangnya,mempunyai jaringan yang luas dan menguasai daerah yang dituju.Dengan demikian penditribusian benih akan terjaga.

Langkah-langkah Pemasaran:
1.Pengiriman stock point dari kantor pusat.
2.Distribusi ke daerah dari stock point.
3.Pengiriman dari kantor pusat jika diperlukan.

H.Struktur Organisasi Perusahaan


Minggu, 23 Februari 2014

TUGAS KKPI KELAS 4 SEMESTER 8
KOMODITAS DI PT. KURNIA AGRO KULTUR “ KAK”
Komoditas di PT.  Kurnia Agro Kultur ini adalah budidaya tanaman bonsai, tanaman yang dibudidayakan berupa tanaman hias, karena tanaman tersebut cenderung diminati oleh kalangan masyarakat untuk dibudidayakan. Tanaman tersebut antara lain adalah :
v Jenis Tanaman yang Dibudidayakan dengan cara bonsai diantaranya adalah sebagai berikut
1.            Asam Jawa ( Tamarindus indica )

                                               
2.            Asam kranji ( Dialium indium )      
                                   
                                                    
                                                  
3.            Beringin ( Ficus ) beringin karet, beringin korea, beringin dollar, Bunut, Loa

                                                
4.            Cemara ( Juniperus ) Cemara buaya, Cemara Udang, cemara Pua pua, Cemara duri.

                                                      


PENANGANAN QUALITI CONTROL
Di perusahaan ini setiap proses budidaya selalu dilakukan penanganan Quality Control diantaranya adalah :
1.            Pembentukan Bonsai
Salah satu syarat bonsai yang baik adalah berbentuk indah dan alami. Indah artinya bonsai tersebut dapat memperlihatkan keharmonisan keseluruhan bagian tanaman dan keserasian dengan potnya. Alami artinya bentuk bonsai tersebut tidak menyimpang dari bentuk pohon aslinya di alam bebas. Secara umum bonsai berbentuk segi tiga asimetris.
2.            Pengaturan Cabang
Untuk bonsai dengan gaya dasar tegak, tegak berliku dan miring, pengaturan cabang adalah sebagai berikut : Untuk bonsai dengan gaya dasar miring, cabang pertama arahnya berlawanan dengan kemiringan batang. Jarak antar cabang sebaiknya tidak merata, renggang pada bagian bawah dan makin keatas makin rapat.
3.            Pengawatan
Pengawatan dilakukan untuk membantu pembentukan (membetulkan lekukan atau arah) batang, cabang atau ranting. Kawat yang dipakai adalah kawat tembaga atau aluminium karena tidak berkarat sehingga tidak meracuni tanaman. Besar kawat yang dipakai sekitar sepertiga dari besar batang, cabang atau ranting yang dililit. Kalau terpaksa bisa menggunakan 2 buah kawat sekalogus asal antar kawat tidak saling menindih. Sudut lilitan kawat kira-kira 45 derajat dengan jarak yang relatif sama.
4.            Ikatan Tali
Untuk membengkokkan cabang ke arah bawah selain dengan kawat dapat juga dengan tarikan tali (tali rafia). ikatkan salah satu ujung tali ke cabang yang akan ditarik kebawah dan ujung tali satunya diikatkan ke pangkal batang, pangkal akar atau pot.
5.            Pemotongan / Pemangkasan
Pemotongan dimaksudkan untuk memberi bentuk pada bonsai dengan membuang atau memendekkan batang, cabang atau ranting. Untuk pemotongan (pembuangan) cabang sebaiknya pada pangkal cabang tersebut dipotong datar (tidak menyisakan bekas cabang) atau agak melengkung ke dalam batang agar luka bekas potongan cepat tertutup kulit batang. Begitu juga dengan pemotongan ranting pada cabang. Pada pemendekan cabang atau ranting, pemotongan dilakukan miring dengan luka potongan menghadap ke atas agar luka potongan cepat kering dan menutup.

6.            Koreksi
Koreksi adalah penyempurnaan bentuk bonsai (atau bakalan bonsai) yang sudah terlanjur salah.
7.            UKURAN BONSAI
Syarat utama bonsai adalah kerdil, indah-alami dan nampak tua. Langkah pertama pembuatan bonsai adalah membuat tanaman tersebut menjadi kerdil. Kerdil artinya ukuran bonsai tersebut relatif jauh lebih kecil dibandingkan tanaman sejenis yang tumbuh di alam bebas, sampai sekitar seper sepuluhnya atau lebih kecil lagi.
8.            PEMOTONGAN BATANG
Cara termudah memendekkan bonsai adalah dengan memotong batang/pucuknya, tetapi bekas pemotongan tersebut sebisanya disembunyikan, karena batang bonsai yang baik adalah yang besar pada pangkalnya dan sedikit demi sedikit mengecil sampai ke pucuknya, maka batang/pucuk bonsai yang dipotong harus digantikan dengan cabang terdekat potongan yang menghadap ke depan dan dibengkokkan ke atas dengan kawat. Apabila ukurannya masih terlalu tinggi, maka dapat dilakukan pemotongan lagi pada cabang yang menggantikan batang tadi sampai ukrannya sesuai dengan yang dikehendaki.
9.            POT KECIL
Dengan menggunakan pot yang kecil maka media tanamnya juga menjadi sedikit sehingga pertumbuhan akar bonsai terbatas dan terhambat pertumbuhannya. Dengan demikian bagian tanaman di atas tanah (batang, canag dan daunnya) akan menyesuaikan dengan akarnya.
10.    PEMANGKASAN AKAR
Bonsai yang ditanam pada pot kecil, akarnya akan cepat memenuhi media tanam, sehingga perlu pemangkasan akar dan pergantian media tanam. Setipa pemangkasan akar sebaiknya dilakukan juga pemangkasan daun untuk menjaga keseimbangan tanaman bagian atas dan bawah tanah.
11.    MEMBUANG TUNAS BARU
Pada umumnya tanaman cenderung tumbuh meninggi dengan pertumbuhan tunas-tunas baru pada bagian pucuk tanaman, sehingga banyak energi yang terpusat ke arah tersebut. Apabila hal ini dibiarkan maka tanaman menjadi tinggi dan cabang bagian bawah akan kekurangan energi untuk pertumbuhannya, bahkan bisa mati dan digantikan cabang baru yang posisinya lebih tinggi dan tanaman menjadi tinggi dan besar. Oleh karena itu pada bonsai harus dilakukan pembuangan tunas (bud nipping) secara terus menerus, kecuali tunas yang diharapkan tumbuhnya untuk penyempurnaan bentuk bonsai.

PENANGANAN LIMBAH
Penanganan limbah di PT.  KURNIA AGRO KULTUR ini biasanya sisa tanaman atau sersah sersah tanaman yang tida terserang penyakit atau hama diolah menjadi pupuk kompos yang nantinya akan digunakan untuk pemupukan tanaman yang dibudidayakan.
HRD dan Standar Pegawai Perusahaan
1.            Direktur
Sebagai pemilik perusahaan sebaiknya bisa memipin perusahaan dengan baik selain itu juga dapat mengetahui car budidaya tanaman dengan cara bonsai dan menguasai berbagai materi tentang bonsai, sehingga dapat membantu bawahanya ketika mereka mendapat kesulitan.
2.            General manager
Dapat memipin proses produksi yang sedang dijalankan dengan membawahi manager-manager yang ada di bawahnya, seorang general manager juga harus memiliki ilmu tentang budidaya bonsai secara keseluruhan
3.            Staff  (karyawan )
Harus bekerja sesuai dengan yang diajarkan oleh atasan, menyerap ilmu yang sudah diajarkan kemudian dapat langsung mempraktikkannya dengan baik dan benar

Pekerjaan diperusahaan ini berlangsung dari pukul 07.30-12.00 untuk istirahat pukul 12.00-13.00  kemudian  pekerjaan dimulai kembali pada pukul 13.00-16.30
Pekerjaan dilakukan enam hari dalam satu minggu

STRUKTUR ORGANISASI




Pemasaran hasil
Biasanya hasil budidaya dipasarakan dengan cara mengirim berbagai hasil budidaya kepada penjual tanaman hias yang ada di daerah luar negri maupun dalam negri
Didalam negri  biasanya kami mengirim ke daerah jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan. Sedangan untuk luar negri biasanya kami mengirimkan hasil budidaya kami ke daerah Jepang, Singapore, Thailan, Malaysia dan lain sebagainya. Produk kami telah dipercaya oleh berbagai pihak baik di dalam atau diluar negri.
Akan tetapi pembeli atau distributor juga bisa datang langsung e tempat ami yang berada di Jl. Kartini no.34 temanggung disitu pembeli dapat memilih langsung tanaman sesuai keinginan. Pembeli juga dapat belajar cara merawat dan memperbanya tanaman tersebut




System pemasaran yang kami lakukan antara lain melalui
1.            Jaringan internet
2.            Dengan cara mendatangi satu per satu tempat yang menjual tanaman hias yang wilayahnya masih bisa kami jangkau.
3.    Dengan memasang iklan di media cetak